Sabtu, 15 November 2008

Elektron Yang Beriman

ELEKTRON YANG BERIMAN

Oleh : Udullah Bin Al Ash

Setiap materi selalu tersusun dari zat yang bisa berupa unsur atau senyawa. Dan senyawa itu tersusun dari unsur-unsur yang di dalamnya adalah atom-atom yang merupakan bagian terkecil. Meskipun terkecil namun atom masih tersusun dari elektron-elektron dan inti atom. Menurut teori atom modern bahwa elektron-elektron yang mengelilingi inti pada lintasannya masing-masing (baca: manusia sesuai tingkat keimanannya masing-masing). Dan lintasan electron itu sesuai tingkat energinya yaitu :



- untuk energi ke-1 (E1) diberi lambang K yang terisi maksimum 2 elektron
- untuk energi ke-2 (E2) diberi lambang L yang terisi maksimum 8 elektron
- untuk energi ke-3 (E3) diberi lambang M yang terisi maksimum 18 elektron
- untuk energi ke-4 (E4) diberi lambang N yang terisi maksimum 32 elektron
- untuk energi ke-5 (E5) diberi lambang O yang terisi maksimum 50 elektron
- untuk energi ke-6 (E6) diberi lambang P yang terisi maksimum 72 elektron
- untuk energi ke-7 (E7) diberi lambang Q yang terisi maksimum 88 elektron


Tingkat energi ke-1 (E1) energinya lebih kecil dibandingkan tingkat energi ke-2 (E2) begitu seterusnya.

Apakah Elektron-elektron bisa berpindah Lintasan?
Menurut Teori atom yang dikemukakan oleh ahli, bahwa elektron-elektron bisa berpindah dari lintasan yang satu ke lintasan yang lain. Elektron yang jauh dari inti atom bisa berpindah mendekati inti atom (baca : mendekati tuhannya) dengan jalan melepaskan energi. Energi yang dia lepaskan bisa berupa : kesombongan, iri hari, dengki, merasa lebih dari elektron lain. Dan pada dasarnya untuk melepaskan energi ini tidaklah membutuhkan energi tambahan (dana). Begitu juga sebaliknya, apabila elektron-elektron yang dekat dengan inti apabila menjauhi inti atom akan membutuhkan energi (dana), seperti : mendatangi tempat-tempat rekreasi yang pada dasarnya terlihat banyak kemaksiatan, minum-minuman keras, narkoba dan sejenisnya. Elektron-elektron yang dekat dengan inti mempunyai energi yang rendah (stabil). Karena kestabilannya itu elektron-elektron ini senantiasa tetap mempertahankan kestabilannya (baca : kesabarannya) dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan apalagi gannguan sampai batas yang telah diperbolehkan untuk melakukan aktifitas yang diperbolehkan oleh inti atom. Apabila melihat jumlah elektron maksimal yang terdapat pada masing-masing kulit atau tingkat energi, maka tingkat energi pada kulir K (terdekat dengan inti) jumlahnya sangat sedikit (dua). Hal ini menunjukkan bahwa elektron-elektron yang beriman jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan elektron yang jauh dengan inti. Bahkan pada kulit yang terjauh dengan inti (elektron yang kafir) jumlah semakin banyak. Ini menandakan bahwa dalam atom (baca: kehidupan dunia) lebih banyak elektron yang kafir. Namun meskipun demikian, janganlah elektron yang dekat dengan inti merasa takut atau terhina dengan keadaan seperti ini karena tidak akan ada elektron yang jauh dengan inti apabila elektron yang dekat dengan inti itu tidak ada.
Artinya Tuhan akan menghancurkan dunia ini apabila tidak ada orang yang beriman (KIAMAT).

5 komentar:

Mr.Holmes_ mengatakan...

wah wah...
kalo didunia ni ga da yang beriman yo..

wes kiamat lho pak...

PANGERAN MUDA mengatakan...

Askum. .
Wah. .Pal artikelx ada yg lbh asyik gak?
AdD blogGER q dunk pak.
www.qiwam.blogspot.com

Najib Avennasch mengatakan...

PAk. .
gMna CAraNYa UnTuk JAdi eLekTroN yanG beriman??

pak,BuaTkan aRtiKel laGi duNk. .
baGus. .

Arenariefiyah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
F 4U2 UL mengatakan...

pak boleh g artikel ini q copy paste ke blog saya pak???